Tampilkan postingan dengan label Kajian UB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian UB. Tampilkan semua postingan

Letakkan Akhlak Di Atas Ilmu

Oleh : Ali Akbar

ABDURAHMAN bin Qasim, seorang pelayan Imam Malik bin Anas, menuturkan kesaksiannya selama menjadi pelayan beliau. Kata Abdurrahman, "Tidak kurang dua puluh tahun aku menjadi pelayan Imam Malik. Selama 20 tahun tersebut, aku perhatikan beliau menghabiskan 2 tahun untuk mempelajari ilmu dan 18 tahun untuk mempelajari akhlak.

Imam malik dan para ulama yang baik lainnya, selalu menjaga kualitas akhlaknya. Akhlak kepada Allah, Rasul, dan sesamanya. Ketinggian derajat, pencapaian ilmu yang mendalam, dan kebesaran wibawa, tidak membuat mereka merasa lebih mulia dan lebih baik baik dari orang lain.


Selengkapnya...

Taqwa, Jalan Keluar Segala Persoalan

Oleh: Imron Baehaqi, Lc.

Kata taqwa sudah amat akrab di telinga kita. Tiap khutbah Jum'at sang khotib senantiasa menyerukannya. Bahkan di tiap bulan Ramadhan, kata taqwa pun menghiasi ceramah-ceramah atau kultum-kultum yang diadakan. Taqwa adalah bekal hidup paling utama.

Ketika Abu Dzarr Al-Ghifari meminta nasihat kepada baginda Rasulullah, maka pesan paling pertama dan utama yang beliau sampaikan kepada sahabatnya itu adalah taqwa. Seraya bersabda: "Saya wasiatkan kepadamu, bertaqwalah engkau kepada Allah karena taqwa itu adalah pokok dari segala perkara." [Nasr bin Muhammad bin Ibrahim, Kitab Tanbih al-Ghofilin li Abi Laits As-Samarkindi]

Selengkapnya...

Ternyata, Lelah itu Sangat Berharga!



Sebenarnya siapa sih yang paling berjasa dalam keluarga? Pernahkah pertanyaan itu terlintas dalam benak Anda ketika penat mendera dan emosi memuncak? Ya, kelelahan memang kadang memicu emosi dan membuat ketajaman berpikir kita memudar. Terutama bila sudah menyangkut ego, tentang siapa yang lebih banyak berkontribusi.

Setiap orang pada dasarnya memang ingin diperhatikan dan dimengerti. Ketika kelelahan mendera dan ada pihak lain yang menuntut perhatian dari kita, di saat itulah ego dan keinginan menjadi satu. Memuncak dan menuntut timbal balik yang kita harapkan.

Namun, tariklah nafas sejenak dan perhatikan kembali, sebenarnya sebesar apa kebutuhan kita terhadap timbal balik dari orang lain tersebut.
Berteman dengan Lelah
Sebuah komentar menarik saya dapatkan dari seorang pedagang sayur yang sangat sederhana ketika seorang ibu bertanya kepadanya, apakah ia tidak lelah menjalani aktivitasnya. Sebab, selain sebagai seorang pedagang sayur yang sudah harus berbelanja di pasar sejak jam sepuluh malam dan mengemas aneka sayur-mayur hingga pagi menjelang lalu melayani pembeli, ia juga masih menggarap sawah miliknya sendiri. Ia berkata, “Orang hidup memang harus cape’ Bu, lha orang yang sudah meninggal saja masih cape’ menghadapi malaikat.”


Selengkapnya...

Pertanyaan Besar dalam Hidup

Manusia dan hidup
            Dua hal yang tidak pernah bisa dipisahkan, manusia dan hidup. Dua hal ini lah yang kemudian memiliki hubungan yang sangat erat dalam tatanan yang ada di sekitar kita ini. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang kemudian memiliki kemuliaan yang sungguh sangat luar biasa daripada makhluk hidup lainnya. Kemuliaan yang dimiliki manusia adalah ketika ia dianugerahi akal oleh Allah yang tidak pernah dianugerahkan Allah kepada makhluk ciptaanNya yang lain. Kemudian hidup yang tentunya menyimpan rahasia yang sungguh sangat hebat dan misterius, dari hidup lah semuanya bermula. Manusia dan hidup, terkadang manusia menjadi subjek pelaku adanya hidup bahkan juga terkadang ia bisa menjadi objek untuk berjalannya hidup.
           
Selengkapnya...

Keajaiban Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan


Benar  kiranya jika  Al Qur’an  disebut sebagai  mukjizat.  Bagaimana  tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.

Sebagai contoh ayat di bawah:

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]
Selengkapnya...

Cinta sejati dalam islam

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Selengkapnya...

Marotibbul Mahabbah (Tingkatan Prioritas Cinta) :


Tema : VMJ @ Basement FE Oleh : Ustadz. Mahatir KH. (10 Januari 2011)
Marotibbul Mahabbah (Tingkatan Prioritas Cinta) :
Prioritas Objek yang dicintai :
1.       Menghamba pada Allah Ta’ala, cirinya :
-          Mencintai dengan sepenuh hati dan berserah diri. Tak ada lagi tawar-menawar. Ingin terus mengingatnya.
Mencintai si A & B | B & C ==> Mencintai si A & C
 Tidak ada lagi keraguan di dalamnnya ==> Dzalikal kitabu laa roiba fiih..
2.        Mencintai Rasulullah SAW, sosok teladan seakan-akan tidak ada yang tidak patut diteladani dari diri beliau, Murobbi Agung kita
Selengkapnya...

Diberdayakan oleh Blogger.

Find It