Tampilkan postingan dengan label fmipa ub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fmipa ub. Tampilkan semua postingan

LOMBA PEKAN SAINS DAN PERADABAN ISLAMI (PENSAMI)


Tuangkan kreasimu...



bagi yang berminat bisa mendownload Form pendaftarannya disini

bagi yang berminat bisa mendownload Form pendaftarannya disini

YANG GAK KALAH SERU !
 SEMINAR SAINS DENGAN PEMATERITOKOH-TOKOH NASIONAL YANG AHLI DIBIDANGNYA!!


bagi yang berminat bisa mendownload Form pendaftarannya disini

Selengkapnya...

Catatan Tentang Niat

Kami coba mengambil setetes hikmah dari lautan ilmu. Ilmu yang mencerahkan manusia, ilmu yang membebaskan manusia dari kejahiliyahan perbuatan, dan ilmu yang memunculkan sifat tawadduk pada insan beriman. Sebuah rangkuman sederhana dari buku tipis karya ustadz Kamran Al-Irsyadi dengan judul "Istiqomah Terapi Sukses Dunia Akhirat"

Niat Ikhlas

Kami awali tulisan ini dengan menyuguhkan hadist Rosululloh saw.

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan.”(HR. Bukhari Muslim)

Hadits ini telah disepakati shahih oleh para ulama dan memiliki keagungan dalam Islam.Niat ialah pangkal amal, niat itu sendiri menentukan apakah amalan kita diterima oleh Allah ataukah ditolak. Oleh karena itukita sebagai insan beriman haruslah pandai menjaga hati kita dengan niat-niat yang baik karena Allah. Dan jika dalam niat kita terdapat sedikit saya tendensi selain Allah maka kita harus segera meluruskannya.

“Sesungguhnya Alloh mencatat semua amal kebaikan dan keburukan”. Kemudian Dia menjelaskan.“Maka barang siapa telah berniat untuk berbuat suatu kebaikan, tetapi tidak melakukannya, maka Alloh mencatatnya sebagai satu amal kebaikan. Jika ia berniat baik lalu ia melakukannya, maka Alloh mencatatnya berupa sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan masih dilipatgandakan lagi. Dan barang siapa berniat amal keburukan namun tidak melakukannya, Alloh akan mencatatnya sebagai amal kebaikan yang utuh, dan bila ia berniat dan melakukannya, maka Alloh mencatatnya sebagai satu amal keburukan.”(HR. Bukhori dan Muslim dalam kedua kitab shahihnya)

Renungkan betapa pemurah-Nya Allah ajjawajalla. Dijelaskan jika kita berniat melakukan kebaikan tanpa mengamalkannya, kita telah mengantongi satu kebaikan, dan jika kita berniat melakukan kebaikan dan mengamalkannya maka kebaikan itu akan dilipatgandakan pahalanya sebanyak 10,200,700 kali atau lebih tergantung niat ikhlasnya. Sebaliknya jika kita berniat melakukan keburukan dan kita mengamalkannya maka akan dicatat sebagai satu keburukan saja dan jika kita tidak jadi mengamalkannya maka kita diberi satu pahala. pahala karena kita tidak melakukan keburukan ialah kebaiakan tersendiri.
Selengkapnya...

Review MABIT Ikhwan FORKALAM MIPA

Malam minggu lalu ada agenda dari Biro Kaderisasi(BK) Forkalam. Acara ini di khususkan hanya untuk ikhwan. Kenapa khusus ikhwan?(Karena kami begitu spesial :), acara ini dikhususkan kepada ikhwan karena diadakan pada malam hari, tak lain dan tak bukan acara ini adalah MABIT. MABIT  biasanya  diartikan sebagai ”MalAm Bina Iman dan Taqwa” tapi, arti mabit sendiri dalam bahasa arab ialah menginap/bermalam. Tak panjang lebar, berikut beberapa review materi  mengenai mabit para ikhwan.

Mengingat Mati
By; Ustadz Azhar Reza

Berbicara mengenai kematian tidak lepas tentang kehidupan pula. Kehidupan di dunia ini sejatinya adalah ladang amal bagi kita untuk mencapai kebahagiaan hidup di akhirat. Jangan sampai kita tertipu daya dan terjerat oleh kehidupan dunia.
Nikmat dunia itu hanya bisa diperoleh dengan kesakitan, kelelahan dan ketidak nikmatan. Tiada kenikmatan yang diperoleh dengan mudah, dengan tanpa usahad dan kerja keras. Jika pun ada ialah kenikmatan yang diberikan oleh syaitan, kenikmatan yang sementara, kenikmatan yang membawa pada kerusakan jangka panjang, di dunia maupun diakhirat.
Sesungguhnya kenikmatan dunia itu adalah cobaan. Seperti dijelaskan dalam QS AL-anfal:28,

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Ada beberapa hal yang membatasi kenikmatan dunia, yaitu:
Selengkapnya...

Rahasia Pelipur Lara

Oleh : Amiruddin Thamrin

ADALAH Panglima Besar Nuruddin Mahmud al-Zinki (sebagian menyebutnya Zanki) yang berada di Damaskus. Saat itu sedang berkecamuk Perang Salib. Mendengar Tentara Salib telah masuk ke pesisir Mesir dan berhasil mengepung kaum Muslimin di kota Dumyat, Mesir, hati Nuruddin merasa gundah dan gelisah. Senyumnya yang kerapkali menghiasi wajahnyapun terlihat sirna. Imam Masjid Omawi merasa iba dan turut sedih melihatnya. Imam Masjid tersebut ingin memberikan pelipur lara untuk menghibur beliau agar dapat tersenyum.

Selengkapnya...

Letakkan Akhlak Di Atas Ilmu

Oleh : Ali Akbar

ABDURAHMAN bin Qasim, seorang pelayan Imam Malik bin Anas, menuturkan kesaksiannya selama menjadi pelayan beliau. Kata Abdurrahman, "Tidak kurang dua puluh tahun aku menjadi pelayan Imam Malik. Selama 20 tahun tersebut, aku perhatikan beliau menghabiskan 2 tahun untuk mempelajari ilmu dan 18 tahun untuk mempelajari akhlak.

Imam malik dan para ulama yang baik lainnya, selalu menjaga kualitas akhlaknya. Akhlak kepada Allah, Rasul, dan sesamanya. Ketinggian derajat, pencapaian ilmu yang mendalam, dan kebesaran wibawa, tidak membuat mereka merasa lebih mulia dan lebih baik baik dari orang lain.


Selengkapnya...

Taqwa, Jalan Keluar Segala Persoalan

Oleh: Imron Baehaqi, Lc.

Kata taqwa sudah amat akrab di telinga kita. Tiap khutbah Jum'at sang khotib senantiasa menyerukannya. Bahkan di tiap bulan Ramadhan, kata taqwa pun menghiasi ceramah-ceramah atau kultum-kultum yang diadakan. Taqwa adalah bekal hidup paling utama.

Ketika Abu Dzarr Al-Ghifari meminta nasihat kepada baginda Rasulullah, maka pesan paling pertama dan utama yang beliau sampaikan kepada sahabatnya itu adalah taqwa. Seraya bersabda: "Saya wasiatkan kepadamu, bertaqwalah engkau kepada Allah karena taqwa itu adalah pokok dari segala perkara." [Nasr bin Muhammad bin Ibrahim, Kitab Tanbih al-Ghofilin li Abi Laits As-Samarkindi]

Selengkapnya...

22 Tanda Iman Sedang Lemah

Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah (futur). Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan disini. Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika kita sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan kita. Akibatnya, kita akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.

Selengkapnya...

Jadilah Pemuda Muslim yang Berkarakter



oleh: Shalih Hasyim

ORANG mengulasnya sebagai  tokoh yang  mengharumkan dunia. Ia bukan saja milik ummat Islam, tetapi panutan kaum Yahudi dan juga Nasrani.  Abul Anbiya, Khalilullah, Ibrahim as.

Para pengamat sejarah purba berbeda pendapat tentang negeri asal Ibrahim (Abun Rahim, Bapak Yang Penyayang, Bhs Arab). Ada yang berpendapat  bahwa Ibrahim berasal dari kawasan masuk daerah Babilon Mesopotamia, diperkirakan 6000 tahun yang lalu. Pengamat sejarah lain bersepakat bahwa bapak pendobrak paham paganisme ini pada akhirnya  menetap di Palestina.

Beliau menetap di sebuah kota kecil bernama Al Khalil, 45 km sebelah barat daya Jerusalem. Kota kecil itu terletak di lambang Jabal Ar Rumaidah, kawasan dikenal sejuk dalam ketinggian 927 meter. Sebenarnya kota kecil itu tidak akan memiliki arti penting dalam lintasan sejarah sekiranya Nabi Ibrahim as. tidak berdiam di sana.


Selengkapnya...

Ternyata, Lelah itu Sangat Berharga!



Sebenarnya siapa sih yang paling berjasa dalam keluarga? Pernahkah pertanyaan itu terlintas dalam benak Anda ketika penat mendera dan emosi memuncak? Ya, kelelahan memang kadang memicu emosi dan membuat ketajaman berpikir kita memudar. Terutama bila sudah menyangkut ego, tentang siapa yang lebih banyak berkontribusi.

Setiap orang pada dasarnya memang ingin diperhatikan dan dimengerti. Ketika kelelahan mendera dan ada pihak lain yang menuntut perhatian dari kita, di saat itulah ego dan keinginan menjadi satu. Memuncak dan menuntut timbal balik yang kita harapkan.

Namun, tariklah nafas sejenak dan perhatikan kembali, sebenarnya sebesar apa kebutuhan kita terhadap timbal balik dari orang lain tersebut.
Berteman dengan Lelah
Sebuah komentar menarik saya dapatkan dari seorang pedagang sayur yang sangat sederhana ketika seorang ibu bertanya kepadanya, apakah ia tidak lelah menjalani aktivitasnya. Sebab, selain sebagai seorang pedagang sayur yang sudah harus berbelanja di pasar sejak jam sepuluh malam dan mengemas aneka sayur-mayur hingga pagi menjelang lalu melayani pembeli, ia juga masih menggarap sawah miliknya sendiri. Ia berkata, “Orang hidup memang harus cape’ Bu, lha orang yang sudah meninggal saja masih cape’ menghadapi malaikat.”


Selengkapnya...

Muslim Diserang Kelompok Rasis Bulgaria


 Simpatisan partai rasis Ataka menyerang Muslim yang sedang mengikuti shalat Jum'at (20/5) di Sofia, ibukota Bulgaria.

Pengikut Partai Ataka yang juga berarti 'serangan' itu menyerang dengan menlemparkan batu-batu ke arah jamaah yang sedang melakukan shalat di Masjid Khatip. Dua Muslim terluka akibat lemparan itu.

Para perusuh itu memulai serangan mereka dengan meneriakkan slogan-slogan anti-Turki dan Islam. "Turki keluar dari sini. Ini Bulgaria," begitu teriak mereka.

Mereka juga meneriakkan yel-yel anti DPS yang dikenal sebagai partai Turki di Bulgaria.

Dua orang dari kelompok perusuh pendukung Partai Ataka mencoba merebut pengeras suara milik masjid, tapi mereka dihalang-halangi jamaah shalat yang hadir.


Selengkapnya...

Pemuda Palestina Galang “Kekuatan” Lewat FB

Para pemuda yang merasa jengkel dengan pemanggilan yang dilakukan aparat keamanan otoritas di Tepi Barat menggalang aksi Facebook dengan slogan “Rakyat Ingin Hentikan Pemanggilan Interogasi.”
Sebagaimana dikutip Infopalestina, aksi ini memuat seruan supaya para pemuda yang dipanggil interogasi untuk tidak datang ke kantor aparat keamanan, juga komentar yang menegaskan bahwa mereka tidak akan datang. Para pemuda akademisi ini menyebarkan surat pemanggilan di halaman Facebook dan menyetempelnya dengan kalimat ( Tidak Akan), sementara lainnya melampirkan surat pemanggilan dan mengomentarinya bahwa mereka tidak nyaman dengan pemanggilan ini, dan menyerukan kepada pihak penandatangan rekonsiliasi untuk memperhatikan penderitaan mereka.

Selengkapnya...

Perlunya mewaspadai dosa-dosa pengguncang hati

HAMPIR sebagian besar dari kita, mengenal dosa dan maksiat hanyalah hasil perbuatan  anggota tubuh. Perbuatan panca indra. Maksiat tangan dan kaki, mata dan telinga, lidah dan hidung, dan sebagainya. Pada intinya tidak jauh-jauh dengan syahwat perut dan kemaluan.

Pernahkah kita berfikir bahwa ada dosa dan maksiat yang sumbernya dari hati atau ‘qalb’. Yang tak nampak oleh mata, tak terdengar di telinga, tak tersentuh dengan tangan, tak tercium melalui hidung dan tak terasa di lidah.

Maksiat Anggota Tubuh

Mata bermaksiat melihat aurat. Telinga bermaksiat mendengar keburukan lisan, yang menurut Imam Ghazali mempunyai hampir 20 varian. Dusta, menggunjing, menggosip, mengejek, sumpah janji palsu, bicara yang tidak perlu, menfitnah, bersaksi palsu, meratap, memaki, melecehkan, dan lainnya.

Tangan bermaksiat dengan menindas, memukul tanpa hak, membunuh, bekerja sama dengan musuh Allah, menulis yang tidak seharusnya ditulis. Kaki bermaksiat dengan berjalan ke tempat yang diharamkan, menziarahi orang zalim, safar dalam kezaliman. Kemaluan bermaksiat dengan berzina, melakukan amalan kaum Luth, mendatangi perempuan dari tempat yang dilarang.

Perut bermaksiat dengan minum khamr (alkohol), memakan hasil riba, hasil judi, menjual sesuatu yang diharamkan, menyembunyikan barang di pasaran dengan harapan harga menjadi naik, menerima suap, dan lain sebagainya dari memakan harta orang lain dengan batil dan zalim.

Selengkapnya...

Kode Jalur Angkot Kota Malang

1. AL (Arjosari – Landungsari)

Jalur Angkotan Kota Malang

Berangkat:
Terminal Arjosari – Jl. R. Panji Suroso – Jl. Laksda Adi Sucipto – Jl. Tenaga – Jl. Karya Timur – Jl. Mahakam – Jl. W. R. Supratman – Jl. Panglima Sudirman – Jl. Patimura – Jl. Trunojoyo – Jl. Kertanegara – Jl. Tugu – Jl. Kahuripan – Jl. Semeru – Jl. Ijen – Jl. Retawu – Jl. Bondowoso – Jl. Jombang – Jl. Suroboyo – Jl. Jakarta – Jl. Bogor – Jl. Veteran – Jl. Sumbersari – Terminal Landung Sari
Selengkapnya...

Diberdayakan oleh Blogger.

Find It